E-Book berikut ini merupakan kumpulan doa-doa pilihan sesuai Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk diajarkan kepada ana-anak. Berisi lebih dari 20 doa sehari-hari yang disertai ilustrasi untuk menarik perhatian anak.
Kisah Ali bin Abi Thalib dan 2 Orang Penipu
Label:
Kisah Sahabat Nabi
/
Comments: (0)
Selama beberapa lama, keduanya tidak pernah muncul. Suatu hari, salah seorang dari keduanya datang, dan dengan tergesa-gesa menceritakan kalau temannya telah mati.
“Sudah, serahkan saja uang itu kepadaku,” ujarnya.
Namun si wanita Qurays menolak, “Kalian datang berdua ke sini, dan sesuai perjanjian, uang itu tidak boleh diserahkan kepada salah seorang di antara kalian saja,” tegas wanita itu. Namun sayang, seluruh keluarga dan para tetangganya terus mendesaknya agar menyerahkan saja uang itu. Akhirnya, dengan terpaksa, si wanita menyerahkan juga uang itu kepada si lelaki.
Beberapa waktu kemudian, datang lelaki yang kedua untuk meminta uangnya. “Dahulu temanmu datang dan mengatakan engkau sudah mati, dan uangnya sudah kuberikan kepadanya,” ujar wanita itu.
Keduanya ribut, dan akhirnya persoalan itu diadukan kepada Umar bin Al-Khattab. Namun beliau mengelak dan menyerahkan urusan itu kepada Ali, yang menurut beliau lebih cerdik.
Ali tahu, bahwa kedua lelaki itu memang berniat menipu wanita tersebut. “Uang kalian ada padaku. Sekarang, panggil temanmu itu, nanti kuserahkan uang itu kepada kalian berdua!”
Sumber: Kitab al Adzkiyaa hal17, Ibnul Jauzi, Dari Buku Humor Salafi, Ustadz Abu Umar Basyir.
Artikel: www.kisahislam.net
Mengenal Sistim Operasi Android
Label:
Tahukah Kawan ?
/
Comments: (0)
Sistem Operasi Android merupakan sebuah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Sistem operasi ini bersifat open source (terbuka) sehingga para programmer dapat membuat aplikasi secara mudah untuk digunakan oleh bermacam perangkat bergerak (misalnya telepon seluler). Oh iya, karena Sistem Operasi Android ini merupakan aplikasi open source maka dapat dilakukan modifikasi dan penyebaran secara bebas.
Pada awalnya yang mengembangkan Sistem Operasi Android ini adalah Android Inc., kemudian dibeli oleh Google Inc. yang setelah itu terus menerus melakukan pengembangan ke teknologi yang lebih baik. Nah, Sistem Operasi Android ini punya berbagai macam seri loh, tergantung dari urutan dibuatanya. Sistem Operasi Android yang pertama kali muncul adalah Android 1.0 atau seri Apple Pie. Setelah itu dengan berbagai pengembangan, muncul lah Sistem Operasi Android seri terbaru dengan berbagai pengembangan yang lebih baik lagi.
Secara berurutan, berikut adalah versi-versi Sistem Operasi Android dari awal hingga saat ini:
- Android versi 1.0 (Android Apple Pie)
- Android versi 1.1 (Android Banana Bread)
- Android versi 1.5 (Android Cupcake)
- Android versi 1.6 (Android Donut)
- Android versi 2.0/2.1 (Android Eclair)
- Android versi 2.2 (Android Froyo: Frozen Yoghurt)
- Android versi 2.3 (Android Gingerbread)
- Android versi 3.0 (Android Honeyc0mb)
- Android versi 4.0 (Android Ice Cream Sandwich)
- Android versi 4.1 (Android Jelly Bean)
Secara umum, produk alat telekomunikasi canggih yang menggunakan Sistem Operasi Android tidaklah terlalu berbeda dengan alat telekomunikasi canggih lainnya. Perbedaan paling kelihatan tentu saja pada interface atau tampilan serta sistem navigasi di dalamnya. Tapi, alat telekomunikasi dengan Sistem Operasi Android, khususnya Tablet, memiliki keunggulan tersendiri bagi para penggunannya antara lain:
- Multitasks
Dengan fungsi yang multitasks, kamu dapat menjalankan beberapa aplikasi sekaligus seperti layaknya di komputer. Kamu bisa mengerjakan tugas mengetik sambil mendengarkan musik sekaligus chatting-an dengan teman-temanmu.
- Merk gadget yang lebih beragam
Tentu saja pilihan merknya akan lebih beragam karena banyak perusahaan alat telekomunikasi mengeluarkan produk terbarunya dengan menggunakan Sistem Operasi Android.
- Open Source
Seperti layaknya aplikasi open source populer lainnya, Android juga memiliki komunitas pengembang yang kuat dan kemudahan bagi kamu untuk membuat aplikasi sendiri dan menyebarkannya di situs resmi Android.
- Fitur Widget
Dengan kebebasan membuat widget di homescreen, kamu bisa dengan mudah mengakses berbagai folder dan aplikasi dengan cepat dan mudah.
- Integrasi mudah dan cepat ke produk-produk Google
Nah, itu tadi sekilas tentang Sistem Operasi Android yang saat ini sedang berkembang. Tentu masih banyak inovasi-inovasi lain dari Android yang akan muncul di kemudian hari. Kita lihat saja teman-teman, kira-kira secanggih apa ya teknologi komunikasi di masa depan. Dan bisa jadi kalian adalah salah satu dari ilmuawan yang akan mengembangkan teknologi tersebut. Kereeeen kaan..!!!
Sumber gambar: android-developers.blogspot.com
Dari berbagai sumber-http://www.engineeringtown.com
Adab Menjenguk Orang Sakit, Mengiringi Jenazah Muslim Dan Ucapan Kepada Orang Yang Bersin
Kawan Kawan kali ini kami
posting mengenai Adab Menjenguk Orang
Sakit, Mengiringi Jenazah Muslim Dan Ucapan Kepada Orang Yang Bersin
1. Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa sallam memerintahkan untuk mengunjungi orang yang sakit
Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam menanamkan sifat kebersamaan di antara kaum
muslimin, sehingga ketika ada saudara yang sakit maka termasuk hak dari saudara
tersebut adalah untuk dijenguk.
Di antara hikmahnya :
* Dari sisi orang
yang sakit, ia akan mendapatkan hiburan dan rasa kegembiraan apabila
diperhatikan oleh saudara-saudaranya sesama kaum muslimin. Orang yang sakit
tersebut akan berkata: “ternyata saudara saya tidak hanya dekat dengan saya
ketika dalam keadaan sehat dan senang.”
* Dengan adanya kunjungan tersebut akan terjalin suatu amalan yang mulia yaitu saling mendoakan. Di antara bimbingan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendapati orang yang sakit untuk mendoakannya.
* Dengan adanya kunjungan tersebut akan terjalin suatu amalan yang mulia yaitu saling mendoakan. Di antara bimbingan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendapati orang yang sakit untuk mendoakannya.
Adapun
macam-macam do’a yang diucapkan oleh orang yang menjenguk orang sakit :
Laa ba’sa thoharun InsyaAllah
“Tidak mengapa,
Insya Allah sakit yang kamu derita sebagai pembersih dari segala dosa.”
Syafakallah
“Semoga Allah
memberi kesembuhan kepadamu.”
2. Mengiringi jenazah seorang
muslim ketika diantarkan ke kuburannya.
Kita telah
ketahui bahwa perbuatan seperti ini memiliki pahala yang besar. Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan bahwa bagi orang yang
menshalatkan jenazah seorang muslim maka akan mendapatkan pahala sebesar 1
qirath dan apabila ia mengantarkannya sampai ke kuburan maka akan mendapatkan 1
qirath juga.
(1 qirath sebesar
1 gunung Uhud)
Dari shahabat Abu
Hurairah, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa
yang mengikuti jenazah seorang muslim atas dorongan iman dan mengharap pahala,
dia mengikutinya sejaki dishalatkan hingga selesai dimakamkan, maka ia kembali
dengan membawa pahala sebesar 2 qirath. Satu qirath sebesar gunung Uhud.
Barangsiapa yang hanya menyalatkan jenazah tersebut, kemudian ia kembali
sebelum jenazah tersebut dimakamkan, maka ia kembali dengan membawa pahala 1
qirath saja.
Suatu ketika
shabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyalatkan jenazah kemudian pulang. Maka
ketika sampai kepada beliau hadits dari shahabat Abu Hurairah tersebut, beliau
mengatakan : “Sungguh kita telah menyia-nyiakan banyak qirath.” [Muttafaqun
‘alaihi]
Mengiringi
jenazah terdapat keutamaan yang besar bagi seorang yang mengiringinya yaitu:
* Akan
mendapatkan pahala 2 qirath bagi seorang ikut menyalatkan dan mengiringinya
hingga selesai dimakamkan.
* Orang yang mengiringi jenazah ini akan mendapatkan suatu pelajaran (ibroh) manakala sampai ke kubur. Melihat bagaimana seorang dimakamkan di dalam kuburnya. Seorang yang berakal akan bisa mengambil pelajaran, bahwa dirinya pasti juga akan bernasib sama. Sehingga dia akan berusaha untuk memperbaiki amalnya karena itulah yang akan mengantarkannya kepada kebahagian di alam kubur dan di akhirat.
* Faedah bagi si mayit dengan diiringi oleh saudaranya sesama kaum muslimin dan dido’akan ampunan, do’a-do’a yang dibacakan oleh saudara-saudaranya tersebut akan bermanfaat baginya.
* Orang yang mengiringi jenazah ini akan mendapatkan suatu pelajaran (ibroh) manakala sampai ke kubur. Melihat bagaimana seorang dimakamkan di dalam kuburnya. Seorang yang berakal akan bisa mengambil pelajaran, bahwa dirinya pasti juga akan bernasib sama. Sehingga dia akan berusaha untuk memperbaiki amalnya karena itulah yang akan mengantarkannya kepada kebahagian di alam kubur dan di akhirat.
* Faedah bagi si mayit dengan diiringi oleh saudaranya sesama kaum muslimin dan dido’akan ampunan, do’a-do’a yang dibacakan oleh saudara-saudaranya tersebut akan bermanfaat baginya.
Demikian pula
ketika sampai di pekuburan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan
agar memberi salam kepada penghuni kubur, maka penghuni kubur akan mendapatkan
do’a (salam sejahtera dan permohonan ampun), sehingga terjalin yang erat antara
orang yang mengantarkan jenazah dengan si mayit dan penghuni kubur, yaitu
mengucapkan :
“Keselamatan
atas kalian wahai penduduk rumah kaum mukminin. Kami dengan kehendak Allah
pasti akan mengikuti kalian.” [HR. Muslim 249]
3. Ucapan ”yarkhamukalloh” (Semoga Allah memberi rahmat kepadamu) terhadap orang yang bersin yang mengucapkan (alhamdulillah) (Segala puji bagi Allah).
Ini merupakan
salah satu gambaran tentang indahnya Islam. Sampai dalam hal bersin, yang
mungkin bagi selain dari umat Islam merupakan hal yang sepele, akan tetapi
dalam Islam terdapat suatu adab/aturan yang sangat indah, yaitu ketika seorang
bersin dituntunkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk
mengucapkan (alhamdulillah) (Segala puji bagi Allah).
Kemudian bagi
yang mendengar seorang yang bersin dan mengucapkan (alhamdulillah) (Segala puji bagi Allah) maka
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan untuk menjawabnya dengan
ucapan (yarkhamukalloh) (Semoga Allah memberi rahmat kepadamu).
Tidak hanya
sampai disini, namun bagi orang yang bersin tersebut dituntunkan juga untuk
menjawab dengan ucapan ( yahdikumullah wayuslikhu balakum) (Semoga Allah memberi hidayah kepadamu
dan memperbaiki segala urusanmu). Hal ini merupakan tuntunan yang indah dalam
Islam, sampai-sampai dalam hal bersin terdapat tuntunan saling mendo’akan
antara sesama muslim, yang apabila dipahami dengan baik maka akan menjalin
ukhuwah sesama muslim.
Oleh karena itu,
tidak ada agama yang lebih sempurna dan benar yang menekankan terhadap adab dan
akhlak yang mulia selain agama Islam, sampai dalam permasahan yang paling kecil
dan remeh sekalipun, Islam yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
sallam memberikan bimbingan dengan sebaik-baiknya. (sumber: salafiorg)
Gasing
Label:
Tahukah Kawan ?
/
Comments: (0)
Gasing / Gangsing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa.
Sebagian
besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering
dibuat dari plastik,
atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan
gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali
gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda
bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.
Gasing dari Jepang
Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah.
Gasing di berbagai negara
Indonesia
Gasing merupakan salah satu permainan tradisional Nusantara, walaupun sejarah penyebarannya belum diketahui secara pasti.
Di
wilayah Pulau Tujuh (Natuna), Kepulauan
Riau, permainan gasing telah ada jauh sebelum penjajahan Belanda.
Sedangkan di Sulawesi
Utara, gasing mulai dikenal sejak 1930-an. Permainan ini dilakukan
oleh anak-anak dan orang dewasa. Biasanya, dilakukan di pekarangan rumah yang
kondisi tanahnya keras dan datar. Permainan gasing dapat dilakukan secara
perorangan ataupun beregu dengan jumlah pemain yang bervariasi, menurut
kebiasaan di daerah masing-masing.
Hingga
kini, gasing masih sangat populer dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia.
Bahkan warga di kepulauan Rian rutin menyelenggarakan kompetisi. Sementara di Demak, biasanya gasing
dimainkan saat pergantian musim hujan ke musim kemarau. Masyarakat Bengkulu ramai-ramai memainkan gasing saat
perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram.
Beragam nama gasing
Sejumlah daerah memiliki istilah berbeda untuk menyebut gasing. Masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebutnya gangsing ataupanggal. Masyarakat Lampung menamaninya pukang, warga Kalimantan Timur menyebutnya begasing, sedangkan di Maluku disebutApiong dan di Nusatenggara Barat dinamai Maggasing. Hanya masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Tanjungpinang dan Kepulauan Riau yang menyebut gasing. Nama maggasing atau aggasing juga dikenal masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Sedangkan masyarakat Bolaang Mongondow di daerah Sulawesi Utara mengenal gasing dengan nama Paki. Orang Jawa Timur menyebut gasing sebagai kekehan. Sedangkan di Yogyakarta, gasing disebut dengan dua nama berbeda. Jika terbuat dari bambu disebut gangsingan, dan jika terbuat dari kayu dinamai pathon.
Bentuk gasing
Gasing
memiliki beragam bentuk, tergantung daerahnya. Ada yang bulat lonjong, ada yang
berbentuk seperti jantung, kerucut, silinder, juga ada yang berbentuk seperti
piring terbang. Gasing terdiri dari bagian kepala, bagian badan dan bagian kaki
(paksi). Namun, bentuk, ukuran danbgain gasing, berbeda-beda menurut daerah
masing-masing.
Gasing
di Ambon (apiong) memiliki kepala dan leher.
Namun umumnya, gasing di Jakarta dan Jawa Barat hanya memiliki bagian kepala
dan paksi yang tampak jelas, terbuat dari paku atau logam. Sementara paksi
gasing natuna, tidak nampak.
Jenis gasing
Gasing
dapat dibedakan menjadi gasing adu bunyi, adu putar dan adu pukul
Permainan gasing
Cara
memainkan gasing, tidaklah sulit. Yang penting, pemain gasing tidak boleh
ragu-ragu saat melempar gasing ke tanah.
Cara:
Gasing
di pegang di tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang tali.
Lilitkan
tali pada gasing, mulai dari bagian paksi sampai bagian badan gasing. lilit
kuat sambil berputar.
Gasing Modern.
Nama baru
Ada dua nama lain “Gasing” yang dipakai oleh pabrik pembuatnya yaitu “Hybrid wheel” dan ” Beyblade”. Perbedaannya pada alat penggerak. Secara rinci penjual tidak bisa menjelaskan lebih detail. Bahan yang digunakan semua dari plastik yang dibuat sangat menarik dan mudah dimainkan. Alat pemutarnya berupa seutas plastik bergerigi panjangnya hanya sejengkal lebih sedikit kira-kira 20 -25 cm. Maka tidak heran permainan ini digandrungi anak-anak. Perhatikan gambar berikut ini bagaimana antusiasnya anak-anak memainkannya di suatu Mall di Surabaya. Suasana ini terekam pada hari Minggu tanggal 6 Februari 2011 di Mall Tunjungan Surabaya.
Gasing Modern.
Ngomong ngomong tentang
gasing, Cina memang negara hebat berbagai produk inovasi diciptakan atau
ditiru dengan kemasan indah bernilai jual. Salah satu bentuk produk
inovasi dibidang permainan mungkin belum banyak diketahui anak-anak Indonesia
pada umumnya, yaitu” gasing” dalam wujudnya yang baru . Permainan yang tadinya
agak sulit dimainkan menjadi sangat mudah. Bagaimana bentuknya? Coba amati yang
ada di suatu Mall di Surabaya.
Nama baru
Ada dua nama lain “Gasing” yang dipakai oleh pabrik pembuatnya yaitu “Hybrid wheel” dan ” Beyblade”. Perbedaannya pada alat penggerak. Secara rinci penjual tidak bisa menjelaskan lebih detail. Bahan yang digunakan semua dari plastik yang dibuat sangat menarik dan mudah dimainkan. Alat pemutarnya berupa seutas plastik bergerigi panjangnya hanya sejengkal lebih sedikit kira-kira 20 -25 cm. Maka tidak heran permainan ini digandrungi anak-anak. Perhatikan gambar berikut ini bagaimana antusiasnya anak-anak memainkannya di suatu Mall di Surabaya. Suasana ini terekam pada hari Minggu tanggal 6 Februari 2011 di Mall Tunjungan Surabaya.
(arya8/kompasiana)
Tahukah Kawan, Apa Saja Isi di Dalam Ka'bah?
Label:
Tahukah Kawan ?
/
Comments: (0)
Kawan kawan tak banyak orang yang mempunyai kesempatan untuk masuk ke
dalam Ka'bah. Bangunan berbentuk bujur sangkar yang menjadi pusat arah bagi
umat Muslim yang melakukan shalat itu sebenarnya memiliki ruang yang cukup luas.
Dengan tinggi saat ini sekitar 39 kaki 6 inci (kira-kira 11 meter) dan ukuran total adalah 627 kaki persegi maka ukuran dalam Ka'bah adalah 42,64x29,52 kaki atau sekitar 12,7x8,85 meter. Ruangan di dalam Ka'bah diperkirakan mampu menampung sebanyak 50 orang.
Namun, tahukah anda, apa saja isi di dalam bangunan yang disucikan umat Islam itu? Ketua Islamic Society of North America (ISNA) atau Masyarakat Islam Amerika Utara pernah diberi kesempatan untuk masuk ke dalam Ka'bah di tahun 1998. Ternyata tak banyak benda yang terdapat di dalamnya.
Kawan kawan di dalam Ka'bah ternyata terdapat 3 pilar dan meja untuk meletakkan parfum. Di langit-langitnya tergantung beberapa lampu lentera. Tak disebutkan lampu lentera itu terbuat dari bahan apa. Namun pada tahun 1940-an, lampu itu dikabarkan terbuat dari emas dan bertatahkan permata serta mutiara.
Di dalam Ka'bah tak ada lampu listrik. Sementara tembok dan lantainya terbuat dari marmer. Tak ada satu pun jendela di bagian dalamnya dan hanya terdapat satu pintu untuk keluar-masuk. Langit-langit Ka'bah juga ditutupi selimut kain seperti halnya dinding bagian luarnya. (Sumber: republika co.id)
Dengan tinggi saat ini sekitar 39 kaki 6 inci (kira-kira 11 meter) dan ukuran total adalah 627 kaki persegi maka ukuran dalam Ka'bah adalah 42,64x29,52 kaki atau sekitar 12,7x8,85 meter. Ruangan di dalam Ka'bah diperkirakan mampu menampung sebanyak 50 orang.
Namun, tahukah anda, apa saja isi di dalam bangunan yang disucikan umat Islam itu? Ketua Islamic Society of North America (ISNA) atau Masyarakat Islam Amerika Utara pernah diberi kesempatan untuk masuk ke dalam Ka'bah di tahun 1998. Ternyata tak banyak benda yang terdapat di dalamnya.
Kawan kawan di dalam Ka'bah ternyata terdapat 3 pilar dan meja untuk meletakkan parfum. Di langit-langitnya tergantung beberapa lampu lentera. Tak disebutkan lampu lentera itu terbuat dari bahan apa. Namun pada tahun 1940-an, lampu itu dikabarkan terbuat dari emas dan bertatahkan permata serta mutiara.
Di dalam Ka'bah tak ada lampu listrik. Sementara tembok dan lantainya terbuat dari marmer. Tak ada satu pun jendela di bagian dalamnya dan hanya terdapat satu pintu untuk keluar-masuk. Langit-langit Ka'bah juga ditutupi selimut kain seperti halnya dinding bagian luarnya. (Sumber: republika co.id)
Birrul Walidain
Kawan kawan, dua ayat dari dua surat yang
berbeda dibawah ini menunjukkan bagaimana kita seharusnya berbakti kepada kedua
orang kita.
“Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada
kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan
kepada kedua orang ibu bapakmu, dan kepadakulah kembalimu.” (Luqman: 14)
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik
pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara
keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka
sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang
mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al Isra: 22)
Lantas bagaimana bentuk
bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya ?
Secara ringkas ada lima hal yang perlu menjadi pegangan kita :
Secara ringkas ada lima hal yang perlu menjadi pegangan kita :
Pertama, Jangan ada penilaian
yang tidak mengenakkan keduanya dikarenakan terlihat atau tercium dari kedua
orang tua kita sesuatu yang tidak enak. Akan tetapi memilih untuk tetap
bersabar dan beharap pahala kepada Allah dengan hal tersebut.
Kedua, jangan
menyusahkan kedua orang tua dengan ucapan yang menyakitkan.
Ketiga, berbicara dengan
suara dan kata-kata yang lemah lembut kepada keduanya diiringi dengan sikap
sopan santun yang menunjukkan penghormatan kepada keduanya.
Keempat, berdoa memohon
kepada Allah agar Allah menyayangi keduanya sebagai balasan kasih sayang
keduanya terhadap kita, “robigh lii wa li-waa lidayya war ham humaa kamaa
robbayaanii soghiroo” (ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku
dan ampunilah sayangilah keduanya sebagaiman ameeka menyayangi daku sewaktu
kecil)
Kelima, selalu bersikap
tawadhu’ dan merendahkan diri kepada keduanya,
dengan menaati keduanya selama tidak memerintahkan
kemaksiatan kepada Allah serta sangat berkeinginan untuk memberikan apa yang
diminta oleh keduanya sebagai wujud kasih sayang seorang anak kepada orang
tuanya. Agar menjadi anak berbakti perhatikan syarat-syarat
berikut,
• Lebih mengutamakan ridha dan kesenangan kedua
orang tua daripada ridha diri sendiri, isteri, anak, dan seluruh manusia.
• Selalu menaati orang tua dalam semua apa yang
mereka perintahkan dan mereka larang baik sesuai dengan keinginan anak ataupun
tidak sesuai dengan keinginan anak.
• Berupaya memberikan untuk kedua orang tua kita
segala sesuatu yang kita ketahui bahwa hal tersebut disukai oleh keduanya
sebelum keduanya meminta hal itu.
Kawan Kawan Marilah Kita Menjaga Lisan Kita
Nikmat
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terlimpah kepada kita tiada terbilang hingga
kita tidak mampu menghitungnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan jika kalian ingin menghitung nikmat Allah niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya.” (Ibrahim: 34)
Dia Yang Maha Suci juga berfirman:
“Dan Dia telah mencurahkan nikmat-Nya yang lahir dan yang batin kepada kalian.” (Luqman: 20)
Di antara sekian banyak nikmat-Nya adalah lisan atau lidah yang dengannya seorang hamba dapat mengungkapkan keinginan jiwanya.
“Bukankah Kami telah menjadikan untuknya dua mata, lisan, dan dua bibir?” (Al-Balad: 8-9)
Dengan lisan ini, seorang hamba dapat terangkat derajatnya dengan beroleh kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, ia juga dapat tersungkur ke jurang jahannam dengan sebab lisannya. Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah ridhai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu, ternyata dengan kata tersebut Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah murkai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu ternyata karenanya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Al-Bukhari no. 6478)
Dalam hadits yang lain disebutkan:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang ia tidak memerhatikannya, tidak memikirkan kejelekannya dan tidak khawatir akan akibat/dampaknya, ternyata karenanya ia dilemparkan ke dalam neraka lebih jauh dari apa-apa yang ada di antara masyriq/timur.” (HR. Al-Bukhari no. 6477 dan Muslim no. 7406, 7407)
Juga coba perhatikan hadits tersebut dibawah ini,
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6484 dan Muslim no. 161)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu menerangkan, “Kaum muslimin selamat dari lisannya di mana ia tidak mencela mereka, tidak melaknat mereka, tidak mengghibah dan menyebarkan namimah di antara mereka, tidak menyebarkan satu macam kejelekan dan kerusakan di antara mereka. Ia benar-benar menahan lisannya. Menahan lisan ini termasuk perkara yang paling berat dan paling sulit bagi seseorang. Sebaliknya, begitu gampangnya seseorang melepas lisannya.”
Juga Hadits ini,
Bila engkau tidak dapat berkata yang baik, maka diamlah niscaya itu lebih selamat. Karenanya, Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau ia diam.” (HR. Al-Bukhari no. 6475 dan Muslim)
“Dan jika kalian ingin menghitung nikmat Allah niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya.” (Ibrahim: 34)
Dia Yang Maha Suci juga berfirman:
“Dan Dia telah mencurahkan nikmat-Nya yang lahir dan yang batin kepada kalian.” (Luqman: 20)
Di antara sekian banyak nikmat-Nya adalah lisan atau lidah yang dengannya seorang hamba dapat mengungkapkan keinginan jiwanya.
“Bukankah Kami telah menjadikan untuknya dua mata, lisan, dan dua bibir?” (Al-Balad: 8-9)
Dengan lisan ini, seorang hamba dapat terangkat derajatnya dengan beroleh kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, ia juga dapat tersungkur ke jurang jahannam dengan sebab lisannya. Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah ridhai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu, ternyata dengan kata tersebut Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah murkai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu ternyata karenanya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Al-Bukhari no. 6478)
Dalam hadits yang lain disebutkan:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang ia tidak memerhatikannya, tidak memikirkan kejelekannya dan tidak khawatir akan akibat/dampaknya, ternyata karenanya ia dilemparkan ke dalam neraka lebih jauh dari apa-apa yang ada di antara masyriq/timur.” (HR. Al-Bukhari no. 6477 dan Muslim no. 7406, 7407)
Juga coba perhatikan hadits tersebut dibawah ini,
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6484 dan Muslim no. 161)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu menerangkan, “Kaum muslimin selamat dari lisannya di mana ia tidak mencela mereka, tidak melaknat mereka, tidak mengghibah dan menyebarkan namimah di antara mereka, tidak menyebarkan satu macam kejelekan dan kerusakan di antara mereka. Ia benar-benar menahan lisannya. Menahan lisan ini termasuk perkara yang paling berat dan paling sulit bagi seseorang. Sebaliknya, begitu gampangnya seseorang melepas lisannya.”
Juga Hadits ini,
Bila engkau tidak dapat berkata yang baik, maka diamlah niscaya itu lebih selamat. Karenanya, Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau ia diam.” (HR. Al-Bukhari no. 6475 dan Muslim)
DOA ANAK SHALEH
Do’a : Saat Mengalami Sesuatu Yang Tidak Diinginkan
Rasanya tentu tidak menyenangkan bagi kita, tapi jangan menggerutu ya karena
Rosulullooh shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa ini kepada kita apabila
mengalami sesuatu yang tidak diinginkan, inilah doanya:
"QODARALLAAHU WA MAA SYAA A FA'ALA"
"Allah telah mentaqdirkannya dan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan". (bam)
Tahukah kawan, dosa yang paling besar ?
Jawaban: Dosa yang paling besar adalah syirik menyekutukan Allah. Dalilnya dari al-Qur’an (artinya): “Hai anakku, janganlah kamum e m p e r s e k u t u k a n A l l a h ,
sesungguhnya mempersekutu-kan (Allah) adalah benar benar kezaliman
yang besar." (QS Luqman : 13).
sesungguhnya mempersekutu-kan (Allah) adalah benar benar kezaliman
yang besar." (QS Luqman : 13).
Dalil dari Sunnah (artinya):
Nabi ditanya tentang dosa apa yang paling besar. Belaiu bersabda:
“Engkau menyeru sekutu Allah, sedang Dia telah menciptakan- mu.” (HR Muslim)


_001.jpg)












